MEDIA BACA — Kretek leher alias sering memutar dan “membunyikan” leher memang sering dilakukan banyak orang untuk ngilangin pegal atau kaku. Tapi tahukah kamu kalau kebiasaan ini bisa berisiko nyata terhadap kesehatan, bahkan dalam kasus langka dapat berujung stroke? Yuk kita bahas secara gaul tapi tetap ilmiah 👇
🔥 Apa Itu Kretek Leher Sebenarnya?
Kretek leher atau yang dalam istilah medis disebut manipulasi leher adalah ketika kamu memutar, menekuk, atau menggerakkan leher sampai terdengar bunyi pop atau klik. Bunyi itu terjadi karena gas di dalam sendi dilepaskan yang secara umum bukan sesuatu yang berbahaya kalau jarang dilakukan.
⚠️ Kok Bisa Jadi Stroke?
Stroke yang dihubungkan dengan kebiasaan kretek leher biasanya terkait dengan kondisi khusus yang disebut cervical artery dissection yaitu robeknya lapisan dalam arteri besar di leher yang membawa darah ke otak. Ketika lapisan itu robek:
-
Darah bisa membentuk bekuan.
-
Bekuan ini bisa menyumbat aliran darah ke otak.
-
Hasilnya? Ischemic stroke alias stroke karena sumbatan pembuluh darah.
Meski begitu, penting dicatat bahwa kejadian semacam ini sangat jarang bukan setiap kita kretek leher bakal langsung stroke.
🧠 Gejala Stroke yang Harus Diwaspadai
Kalau seseorang benar-benar mengalami stroke setelah gerakan leher, gejalanya bisa termasuk:
-
Numbness atau kelemahan di satu sisi tubuh
-
Bicara jadi nggak jelas atau sulit
-
Pusing berat atau kehilangan keseimbangan
-
Sakit kepala mendadak yang ekstrem
-
Gangguan penglihatan
Kalau gejala ini muncul, segera cari pertolongan medis ya 🚑
👩⚕️ Kasus Nyata: Bahaya yang Tidak Bisa Diremehkan
Ada laporan nyata di luar negeri tentang wanita yang rutin kretek leher untuk ngilangin ketegangan, kemudian beberapa hari setelahnya mengalami stroke karena robekan arteri. Untungnya dia pulih setelah perawatan intensif.
📌 Dokter Bilang Apa?
Beberapa studi menunjukkan hubungan antara manipulasi leher dan stroke dalam kasus-kasus tertentu, tapi memang hal ini tidak umum terjadi dan risikonya jauh lebih kecil dibanding penyebab stroke lain seperti tekanan darah tinggi atau merokok.
Namun, karena potensi efek seriusnya walaupun jarang para ahli menyarankan:
-
Hindari memaksa leher sampai “kretek” berlebihan
-
Jangan jadikan kebiasaan harian
-
Kalau merasa sering pegal, pertimbangkan cara yang lebih aman seperti stretching ringan, pijat profesional, atau konsultasi fisioterapis
-
Segera konsultasikan ke dokter jika merasa nyeri tak biasa atau muncul gejala mencurigakan setelah kretek leher
🧠 Point
✨ Sekali-dua kali kretek leher biasanya harmless
✨ Tapi kalau kebiasaan ini terus dilakukan secara paksa atau berlebihan, dalam kasus langka bisa menyebabkan robekan arteri dan stroke
✨ Risiko memang jarang, tapi tetap perlu waspada terutama kalau ada gejala aneh yang menyertai
