Bangka Ajukan Kota Kapur sebagai Cagar Budaya Nasional

Bangka Ajukan Kota Kapur sebagai Cagar Budaya Nasional

Mediabaca.comPemerintah Kabupaten Bangka kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan warisan sejarah dengan mengajukan Kota Kapur sebagai Cagar Budaya Nasional. Langkah ini di anggap penting mengingat nilai historis, arkeologis, dan kebudayaan yang terkandung di situs tersebut, yang selama ini menjadi salah satu jejak peradaban kuno paling signifikan di Kepulauan Bangka Belitung.

Jejak Peradaban Melayu Kuno

Kota Kapur terletak di Kecamatan Mendo Barat. Kabupaten Bangka. Situs ini telah lama di kenal dunia arkeologi sejak di temukannya Prasasti Kota Kapur, salah satu prasasti tertua yang menunjukkan keberadaan Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7 Masehi. Prasasti tersebut bukan hanya menjadi bukti pengaruh politik Sriwijaya di wilayah Bangka, tetapi juga menandai peran penting kawasan ini dalam jalur perdagangan maritim Nusantara. Selain prasasti. Di kawasan Kota Kapur di temukan berbagai struktur permukiman kuno, fragmen gerabah, manik-manik, hingga indikasi aktivitas budaya masyarakat masa itu. Kompleksitas temuan tersebut memperkuat anggapan bahwa Kota Kapur bukan sekadar pemukiman biasa, melainkan pusat kegiatan ekonomi dan budaya pada zamannya.

Upaya Pemerintah Daerah

Pengajuan Kota Kapur sebagai Cagar Budaya Nasional merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Bangka, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah V, serta sejumlah ahli arkeologi dari berbagai universitas. Pemerintah daerah menilai status nasional bukan hanya untuk pengakuan, tetapi sebagai langkah strategis agar pengelolaan situs dapat di lakukan lebih intensif, terpadu, dan sesuai standar pelestarian nasional. Bupati Bangka menegaskan bahwa pengajuan ini didasari oleh dua hal utama. Pertama, untuk melindungi situs dari kerusakan, baik akibat faktor alam maupun aktivitas manusia. Kedua. Untuk mengoptimalkan potensi edukasi dan pariwisata, sehingga situs ini dapat menjadi sumber pembelajaran sejarah sekaligus destinasi unggulan yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

Proses Penilaian dan Penguatan Data

Untuk mengajukan sebuah situs sebagai Cagar Budaya Nasional, di perlukan serangkaian kajian ilmiah dan administrasi. Tim ahli cagar budaya menilai berbagai aspek, mulai dari nilai penting budaya, orisinalitas material, kesinambungan sejarah, hingga urgensi pelestariannya. Kota Kapur di nilai memenuhi semua kriteria tersebut. Dokumentasi lengkap, termasuk pemetaan situs menggunakan teknologi GIS, pencatatan artefak. Hingga rekonstruksi sejarah kawasan. Telah disiapkan. Upaya ini juga melibatkan masyarakat sekitar, khususnya dalam memberikan informasi mengenai sejarah lisan serta perubahan lanskap yang terjadi selama puluhan tahun terakhir.

Kontribusi Kota Kapur bagi Kebudayaan Indonesia

Sebagai salah satu situs yang berkaitan erat dengan Kebudayaan Melayu dan pengaruh Sriwijaya. Kota Kapur memiliki nilai strategis dalam narasi besar sejarah Nusantara. Penetapannya sebagai Cagar Budaya Nasional di harapkan dapat memperkuat identitas budaya lokal dan nasional. Situs ini menyimpan potensi riset yang masih sangat luas. Banyak bagian wilayah belum sepenuhnya digali atau diteliti. Para arkeolog menduga masih terdapat struktur lain yang dapat menjelaskan pola permukiman, sistem pertahanan, dan kehidupan sosial masyarakat kuno di Bangka. Selain itu, keberadaan Prasasti Kota Kapur telah memberikan banyak kontribusi pada kajian filologi dan sejarah Nusantara. Prasasti ini membantu para peneliti memahami bagaimana Sriwijaya memperluas kekuasaannya. Bagaimana hubungan antarpulau terbentuk, dan bagaimana masyarakat pada masa itu mengatur hukum serta interaksi sosial.

Author: admin