Mediabaca.com — Perhatian terhadap pelestarian budaya lokal kembali ditunjukkan oleh anggota DPRD Jawa Timur melalui penyaluran apresiasi kepada para pelaku budaya di Kota dan Kabupaten Kediri. Langkah ini menjadi bentuk pengakuan atas peran penting seniman, budayawan, dan komunitas kreatif yang selama ini konsisten menjaga warisan budaya daerah di tengah arus modernisasi. Apresiasi tersebut tidak hanya bermakna simbolis, tetapi juga menjadi dorongan moral agar pelaku budaya terus berkarya dan berkontribusi bagi identitas daerah.
Kediri dikenal sebagai salah satu wilayah yang kaya akan tradisi dan seni budaya. Mulai dari kesenian tradisional, sastra, hingga ritual adat masih hidup dan dijaga oleh masyarakat setempat. Namun, tantangan yang dihadapi pelaku budaya tidaklah ringan. Perubahan zaman, minimnya regenerasi, serta keterbatasan dukungan menjadi kendala yang kerap dihadapi. Oleh karena itu, kehadiran wakil rakyat dalam memberikan perhatian langsung dianggap sebagai angin segar bagi keberlangsungan budaya lokal.
Anggota DPRD Jawa Timur yang hadir menyampaikan bahwa pelaku budaya memiliki peran strategis dalam menjaga jati diri bangsa. Budaya bukan hanya soal masa lalu, tetapi juga fondasi untuk membangun karakter masyarakat di masa depan. Apresiasi yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan semangat para pelaku budaya untuk terus melestarikan tradisi sekaligus berinovasi agar tetap relevan dengan generasi muda.
Penyaluran apresiasi ini dilakukan melalui berbagai bentuk, mulai dari dialog budaya, dukungan terhadap kegiatan seni, hingga bantuan yang bersifat penguatan kapasitas komunitas. Dalam kesempatan tersebut, anggota DPRD Jatim juga mendengarkan langsung aspirasi para pelaku budaya. Banyak di antara mereka menyampaikan harapan agar pemerintah daerah dan provinsi dapat memberikan ruang lebih luas bagi seni dan budaya lokal, termasuk melalui festival, pendidikan, dan promosi yang berkelanjutan.
Pelaku budaya Kediri menyambut positif perhatian tersebut. Mereka menilai apresiasi dari wakil rakyat menjadi bukti bahwa perjuangan menjaga budaya tidak berjalan sendiri. Dukungan ini juga memberikan rasa percaya diri bahwa karya dan dedikasi mereka dihargai. Beberapa seniman mengungkapkan bahwa perhatian seperti ini sangat berarti, terutama bagi komunitas kecil yang selama ini bergerak secara mandiri dengan keterbatasan sumber daya.
Selain itu, anggota DPRD Jatim menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku budaya, dan masyarakat. Pelestarian budaya tidak dapat berjalan efektif tanpa sinergi yang kuat. Pemerintah diharapkan berperan sebagai fasilitator, sementara pelaku budaya menjadi motor penggerak di lapangan. Masyarakat pun memiliki peran penting sebagai penikmat sekaligus penjaga nilai-nilai budaya tersebut.
Apresiasi ini juga menjadi momentum untuk mendorong generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai budaya lokal. Anggota DPRD Jatim menilai bahwa keterlibatan anak muda sangat krusial dalam menjaga keberlanjutan budaya. Dengan pendekatan yang kreatif dan adaptif, budaya lokal dapat dikemas secara menarik tanpa kehilangan nilai aslinya. Hal ini sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis budaya yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, DPRD Jawa Timur berkomitmen untuk terus memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada pengembangan budaya daerah. Dukungan anggaran, regulasi yang mendukung, serta program pembinaan menjadi bagian dari upaya tersebut. Dengan kebijakan yang tepat, budaya lokal tidak hanya lestari, tetapi juga mampu menjadi kekuatan sosial dan ekonomi bagi daerah.
Secara keseluruhan, penyaluran apresiasi kepada pelaku budaya Kediri mencerminkan kepedulian wakil rakyat terhadap warisan budaya daerah. Langkah ini diharapkan menjadi awal dari perhatian yang lebih luas dan berkelanjutan. Dengan dukungan yang konsisten, pelaku budaya Kediri dapat terus berkarya, menjaga identitas lokal, dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang sebagai bagian penting dari kekayaan Jawa Timur.
