Gelar Budaya Segoro Gunung IX, Masyarakat Antusias

Gelar Budaya Segoro Gunung IX, Masyarakat Antusias

Mediabaca.com — Gelar Budaya Segoro Gunung IX kembali digelar dengan sukses, menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah. Acara tahunan ini menjadi salah satu momen penting untuk melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat. Tahun ini, Segoro Gunung IX menampilkan berbagai kegiatan yang memadukan tradisi, seni, dan kearifan lokal yang khas, sehingga menghadirkan pengalaman budaya yang tak terlupakan bagi para pengunjung.

Masyarakat menyambut gelaran ini dengan antusias tinggi. Sejak pagi hari, warga sudah ramai berdatangan untuk mengikuti rangkaian acara yang dimulai dari pameran kerajinan tangan, kuliner tradisional, hingga pertunjukan seni. Tidak hanya sebagai penonton, banyak warga yang ikut ambil bagian dalam pertunjukan, seperti tarian tradisional, musik gamelan, dan lomba permainan rakyat. Kehadiran masyarakat dari berbagai usia ini menunjukkan bahwa budaya lokal masih menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

Salah satu daya tarik utama Segoro Gunung IX adalah keberagaman pertunjukan seni yang ditampilkan. Dari pentas wayang kulit hingga drama kolosal yang menceritakan sejarah lokal, setiap pertunjukan menghadirkan pesan moral sekaligus hiburan. Anak-anak dan remaja pun tampak antusias menonton dan belajar langsung dari para seniman. Bahkan beberapa pengunjung terlihat berfoto dan merekam momen-momen pertunjukan untuk dibagikan di media sosial, sehingga promosi budaya lokal semakin luas jangkauannya.

Selain pertunjukan seni, gelar budaya ini juga menampilkan berbagai stan kuliner khas daerah. Makanan tradisional seperti nasi liwet, kue basah, dan minuman herbal menjadi favorit pengunjung. Banyak warga lokal memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkenalkan hasil bumi dan produk olahan mereka kepada masyarakat luas. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan ekonomi kreatif lokal, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga karena saling berbagi resep, pengalaman, dan cerita tentang asal-usul kuliner tersebut.

Pameran kerajinan tangan juga menjadi salah satu fokus utama Segoro Gunung IX. Pengunjung dapat melihat aneka hasil kerajinan seperti batik, anyaman, ukiran kayu, dan perhiasan tradisional. Banyak pengrajin muda ikut ambil bagian, sehingga tercipta generasi penerus yang sadar akan pentingnya melestarikan budaya. Beberapa pengunjung bahkan membeli kerajinan sebagai cendera mata atau hadiah, sehingga kegiatan ini sekaligus mendukung ekonomi lokal dan keberlangsungan seni tradisional.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari partisipasi aktif dalam berbagai lomba dan workshop yang digelar. Lomba menari, melukis, hingga membuat kerajinan tangan menjadi ajang interaksi antarwarga. Orang tua pun tidak kalah semangat, ikut mendampingi anak-anak mereka dalam kegiatan kreatif. Suasana yang hangat dan penuh kegembiraan ini menunjukkan bahwa Gelar Budaya Segoro Gunung IX bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana edukasi budaya bagi masyarakat luas.

Pihak penyelenggara menyatakan rasa puasnya terhadap antusiasme warga. Menurut mereka, tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa gelar budaya ini memiliki peran strategis dalam melestarikan tradisi lokal. Selain itu, acara ini juga menjadi momen silaturahmi antarwarga, sehingga nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong tetap terjaga. Bahkan beberapa tokoh masyarakat berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi untuk mengadakan program serupa di desa-desa lain.

Secara keseluruhan, Gelar Budaya Segoro Gunung IX bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah edukasi, promosi, dan pelestarian budaya. Antusiasme masyarakat yang tinggi, baik dalam menyaksikan pertunjukan, berpartisipasi dalam lomba, maupun menikmati kuliner dan kerajinan lokal, menunjukkan bahwa budaya tetap hidup dan menjadi identitas yang membanggakan. Dengan semangat ini, diharapkan kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang, menjaga warisan budaya untuk generasi yang akan datang.

Author: admin