Gubernur Lampung Apresiasi Pendekatan Seni dan Budaya

Gubernur Lampung Apresiasi Pendekatan Seni dan Budaya

Mediabaca.com Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah inovatif MPR RI dalam menyosialisasikan Empat Pilar MPR. Empat Pilar tersebut meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, pendekatan yang memadukan seni dan budaya jauh lebih efektif dibandingkan metode konvensional, karena mampu menjangkau masyarakat dari berbagai lapisan secara lebih menyentuh.

Rahmat Mirzani menekankan bahwa seni memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan secara cepat dan mudah dipahami. Sementara budaya menjadi elemen yang melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, sehingga pesan yang disampaikan melalui jalur ini tidak hanya terserap sebagai informasi, tetapi juga membangkitkan rasa kebangsaan yang lebih mendalam.

Sosialisasi Empat Pilar Melalui Pagelaran Rakyat

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Lampung saat menghadiri Pagelaran Rakyat yang digelar oleh MPR RI di Youth Center PKOR Way Halim, Bandar Lampung. Acara ini dirancang khusus untuk menghadirkan pertunjukan seni yang sarat dengan pesan kebangsaan, sehingga masyarakat dapat memahami Empat Pilar MPR dengan cara yang lebih hidup dan interaktif.

Pagelaran Rakyat ini menampilkan berbagai seni pertunjukan, mulai dari tari tradisional, musik daerah, hingga drama yang mengangkat nilai-nilai Pancasila dan kebhinekaan. Dengan menggabungkan seni dan budaya, penyelenggara berharap pesan-pesan penting terkait Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya menjadi bahan hafalan, tetapi juga mampu membentuk kesadaran dan pemahaman yang mendalam di tengah masyarakat. Metode ini dinilai efektif, terutama bagi generasi muda yang cenderung lebih mudah menangkap pesan melalui media visual dan hiburan.

Seni dan Budaya Sebagai Sarana Pendidikan Kebangsaan

Gubernur Rahmat Mirzani menambahkan bahwa seni itu cepat dipahami, sedangkan budaya itu melekat. Pernyataan ini menunjukkan bahwa penyampaian nilai kebangsaan melalui pertunjukan rakyat memiliki efek yang lebih lama dan membekas dalam memori masyarakat. Dalam setiap tarian, musik, dan drama yang ditampilkan, masyarakat tidak hanya menyaksikan hiburan semata, tetapi juga diajak merenungkan pentingnya persatuan, toleransi, dan cinta tanah air.

Menurutnya, metode ini dapat menjadi alternatif yang lebih hidup dibandingkan pendekatan formal seperti ceramah atau seminar, yang kadang hanya dipahami secara tekstual. Melalui pagelaran rakyat, masyarakat dari semua usia dapat menyerap pesan secara emosional dan intelektual, sehingga nilai kebangsaan menjadi bagian dari pengalaman mereka sehari-hari.

Menjangkau Semua Lapisan Masyarakat

Rahmat Mirzani menekankan bahwa pendekatan berbasis seni dan budaya mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Tidak hanya kalangan muda, tetapi juga orang dewasa dan lansia dapat ikut merasakan pesan kebangsaan yang disampaikan. Bentuk pertunjukan yang menarik membuat setiap orang terlibat, baik sebagai penonton aktif maupun peserta yang terinspirasi untuk mengekspresikan rasa nasionalismenya melalui seni.

Hal ini sejalan dengan tujuan MPR RI untuk memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dapat dipahami secara menyeluruh oleh seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terbatas usia, pendidikan, atau latar belakang sosial. Dengan demikian, metode ini mampu memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman.

Dampak Positif bagi Generasi Muda

Gubernur Lampung juga menyoroti pentingnya pendekatan ini bagi generasi muda. Generasi penerus bangsa sering kali lebih tertarik pada kegiatan kreatif dan interaktif daripada metode pendidikan tradisional. Pagelaran rakyat yang dikemas secara atraktif ini memberi mereka pengalaman langsung untuk merasakan nilai kebangsaan melalui hiburan. Rahmat Mirzani berharap, kegiatan semacam ini dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga persatuan dan menghormati keberagaman. Dengan cara ini, generasi muda tidak hanya mengetahui Empat Pilar MPR secara teori, tetapi juga merasakannya dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Seni dan Budaya sebagai Jembatan Kebangsaan

Gubernur Rahmat Mirzani menegaskan bahwa penyampaian nilai-nilai kebangsaan melalui seni dan budaya merupakan inovasi yang patut diapresiasi. Metode ini memungkinkan masyarakat memahami pesan-pesan penting dengan cara yang lebih menyenangkan, mendalam, dan melekat. Dengan adanya Pagelaran Rakyat, Empat Pilar MPR tidak hanya menjadi konsep abstrak, tetapi menjadi pengalaman nyata yang membangun rasa cinta tanah air dan kebersamaan antarwarga.

Author: admin