Media Baca — Apa yang awalnya dianggap sebagai kenaikan berat badan biasa, ternyata menjadi temuan medis yang mengejutkan. Seorang wanita asal Surabaya tak pernah menyangka bahwa perutnya yang kian membesar selama berbulan-bulan bukan karena pola makan atau perubahan hormon, melainkan akibat kista raksasa berukuran 33 sentimeter yang tumbuh diam-diam di dalam tubuhnya.
Awalnya Dikira Berat Badan Naik
Wanita berusia 38 tahun itu sebut saja Mawar mulai menyadari perubahan pada tubuhnya sekitar satu tahun lalu. Perutnya terlihat semakin membuncit, menyerupai wanita hamil beberapa bulan. Namun karena tidak disertai rasa nyeri hebat, ia mengira hal tersebut hanya akibat pola makan yang kurang terjaga dan jarangnya berolahraga.
“Saya pikir cuma gemuk biasa. Tidak ada sakit yang berarti, cuma terasa penuh dan cepat kenyang,” ungkapnya.
Seiring waktu, keluhan mulai bertambah. Ia menjadi lebih mudah lelah, sering merasa begah, dan napas terasa sedikit sesak ketika beraktivitas. Namun lagi-lagi, gejala tersebut dianggapnya sepele.
Pemeriksaan yang Mengubah Segalanya
Titik balik terjadi ketika rasa tidak nyaman di perut semakin mengganggu. Atas dorongan keluarga, Mawar akhirnya memutuskan memeriksakan diri ke rumah sakit di Surabaya. Dari hasil pemeriksaan USG dan CT scan, dokter menemukan adanya massa besar di rongga perutnya.
Diagnosis pun ditegakkan: kista ovarium berukuran sekitar 33 sentimeter ukuran yang tergolong sangat besar dan jarang ditemukan tanpa gejala signifikan.
Menurut dokter spesialis kandungan yang menanganinya, kista ovarium memang kerap tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Banyak perempuan baru menyadarinya setelah ukurannya membesar atau menimbulkan komplikasi.
“Kista bisa tumbuh perlahan selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Kalau tidak pecah atau terpuntir, kadang pasien tidak merasakan nyeri hebat,” jelas sang dokter.
Operasi Penyelamatan
Melihat ukurannya yang sangat besar dan risiko komplikasi seperti pecah atau gangguan pada organ sekitar, tim medis memutuskan untuk segera melakukan operasi pengangkatan.
Prosedur berlangsung selama beberapa jam. Dokter berhasil mengangkat kista seberat beberapa kilogram tersebut dengan hati-hati agar tidak pecah di dalam rongga perut. Syukurlah, hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa kista tersebut bersifat jinak.
Operasi berjalan lancar, dan Mawar kini dalam masa pemulihan. Ia mengaku lega sekaligus tak menyangka bahwa selama ini membawa “beban” sebesar itu di dalam tubuhnya.
“Rasanya seperti mimpi. Setelah operasi, badan terasa jauh lebih ringan,” katanya.
Pentingnya Deteksi Dini
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi perempuan untuk lebih peka terhadap perubahan pada tubuhnya. Kista ovarium memang umum terjadi dan sebagian besar bersifat jinak. Namun, tanpa pemeriksaan rutin, pertumbuhannya bisa tidak terdeteksi.
Dokter menyarankan agar perempuan menjalani pemeriksaan ginekologi secara berkala, terutama jika mengalami gejala seperti:
-
Perut membesar tanpa sebab jelas
-
Nyeri panggul atau perut bawah
-
Siklus menstruasi tidak teratur
-
Cepat kenyang atau sering buang air kecil
-
Nyeri saat berhubungan intim
“Jangan menunggu sakit hebat dulu baru periksa. Deteksi dini sangat membantu mencegah komplikasi,” tegasnya.
Lebih Peduli pada Tubuh Sendiri
Kisah Mawar bukan hanya tentang perjuangan medis, tetapi juga tentang pentingnya mendengarkan sinyal tubuh. Di tengah kesibukan pekerjaan dan tanggung jawab keluarga, banyak perempuan kerap mengabaikan kesehatan diri sendiri.
Kini, Mawar berharap pengalamannya bisa menjadi pelajaran bagi perempuan lain agar tidak menunda pemeriksaan kesehatan.
“Kalau ada yang terasa berbeda, sebaiknya langsung cek. Jangan seperti saya yang menunggu sampai besar sekali,” pesannya.
Kasus kista 33 sentimeter yang tak disadari ini menjadi bukti bahwa penyakit bisa datang tanpa gejala mencolok. Namun dengan kesadaran, pemeriksaan rutin, dan penanganan medis yang tepat, risiko besar dapat dicegah.
Sebuah kisah dari Surabaya yang mengingatkan kita semua: kesehatan adalah investasi yang tak ternilai.