Terkuak Kabar Mojtaba Khamenei Terluka hingga Dioperasi Di Rusia

Terkuak Kabar Mojtaba Khamenei Terluka hingga Dioperasi Di Rusi

Media Baca – Dunia internasional tengah diguncang oleh spekulasi mengenai kondisi kesehatan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru terpilih, Mojtaba Khamenei. Setelah suksesi yang berlangsung di tengah berkecamuknya konflik besar, laporan terbaru menyebutkan bahwa putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei tersebut telah dievakuasi secara rahasia ke Moskow, Rusia, untuk menjalani operasi darurat guna menyelamatkan nyawanya.

Terkuak Kabar Mojtaba Khamenei Terluka hingga Dioperasi Di Rusia

Kabar mengenai cederanya Mojtaba bermula dari serangan udara masif yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut menyasar kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi di Teheran, yang dilaporkan menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, serta beberapa anggota keluarga inti lainnya.

Meskipun otoritas Iran awalnya berusaha menampilkan kesan stabilitas, kebocoran diplomatik dan laporan intelijen mengungkapkan bahwa Mojtaba mengalami luka serius dalam insiden tersebut. Beberapa sumber, termasuk laporan dari Al-Jarida dan Kyiv Post, menyebutkan bahwa ia menderita luka parah pada bagian kaki, lengan, hingga luka gores di wajah akibat serpihan ledakan. Bahkan, muncul spekulasi ekstrem yang menyebutkan Mojtaba sempat berada dalam kondisi koma sebelum akhirnya diputuskan untuk dibawa keluar dari Iran.

Evakuasi Rahasia ke Moskow: Campur Tangan Putin

Keputusan untuk memindahkan Mojtaba ke Rusia dilaporkan bukan tanpa alasan. Otoritas intelijen Iran khawatir bahwa fasilitas medis di dalam negeri kini menjadi target prioritas serangan udara Israel. Selain itu, ada ketakutan besar bahwa agen-agen asing dapat melacak keberadaan sang Pemimpin melalui pemantauan terhadap tim medis lokal.

Menurut laporan media Kuwait, Presiden Rusia Vladimir Putin secara pribadi menawarkan bantuan medis melalui panggilan telepon dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Pada pertengahan Maret 2026, sebuah pesawat militer Rusia dikabarkan mendarat di Teheran untuk menjemput Mojtaba di bawah pengawalan ketat Garda Revolusi (IRGC). Ia kemudian diterbangkan ke Moskow dan langsung dibawa ke fasilitas medis rahasia yang berada di lingkungan istana kepresidenan Rusia.

Operasi Kaki dan Pemulihan di Bawah Penjagaan Ketat

Setibanya di Rusia, Mojtaba segera menjalani operasi kaki yang disebut-sebut berjalan “sukses”. Meskipun demikian, detail mengenai tingkat keparahan cederanya tetap menjadi misteri yang dijaga ketat. Beberapa laporan menyebutkan adanya patah tulang kaki yang kompleks, sementara pihak oposisi di pengasingan mengklaim kondisi fisiknya jauh lebih buruk dari yang diakui secara resmi.

Di Moskow, Mojtaba dilaporkan ditangani oleh tim dokter ahli Rusia yang didampingi oleh tim medis pribadi dari Iran. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa sang Pemimpin mendapatkan perawatan terbaik tanpa risiko kebocoran lokasi yang bisa mengancam keselamatannya.

Reaksi Internasional dan Penyangkalan Teheran

Ketidakhadiran Mojtaba di hadapan publik sejak terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi memicu keraguan global. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sempat menyindir dengan menyatakan bahwa rezim Iran kini dipimpin oleh sosok yang “bahkan tidak bisa muncul di depan kamera”. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump juga menyatakan ketidaktahuannya mengenai apakah Mojtaba masih hidup atau tidak.

Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, membantah semua kabar miring tersebut. Ia menegaskan bahwa Mojtaba dalam kondisi “baik dan stabil” serta tetap menjalankan tugas kenegaraan sesuai konstitusi, meskipun ia mengakui bahwa sang Pemimpin memang mengalami luka ringan akibat perang. Teheran menuduh rumor operasi di Rusia adalah bagian dari perang psikologis yang dirancang oleh Barat untuk menggoyahkan mental rakyat Iran.

Dampak pada Stabilitas Politik Iran

Kabar mengenai operasi Mojtaba di luar negeri ini menambah beban bagi legitimasi kepemimpinannya yang baru seumur jagung. Jika benar ia harus menjalani pemulihan jangka panjang di Rusia, maka roda pemerintahan Iran kemungkinan besar akan dijalankan oleh dewan darurat atau petinggi IRGC melalui sistem “autopilot”. Ketidakpastian ini membuat situasi di Timur Tengah tetap berada di ambang ketegangan yang sangat tinggi, sembari dunia menanti bukti nyata bahwa sang Pemimpin baru benar-benar mampu tampil memimpin negaranya kembali.

Author: admin