Gubernur Yulius dan Menbud Bahas Penguatan Warisan Budaya Sulut

Gubernur Yulius dan Menbud Bahas Penguatan Warisan Budaya Sulut

Mediabaca.com Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus bersama Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon membahas penguatan warisan budaya daerah serta rencana kunjungan ke Museum Provinsi Sulut. Pertemuan ini berlangsung di Manado, Rabu, dan menjadi momentum penting bagi pengembangan budaya dan sejarah daerah.

“Kami bersama Menteri Kebudayaan menyoroti pentingnya peningkatan pengelolaan warisan budaya daerah, revitalisasi ruang publik budaya, serta penguatan kapasitas institusi yang berkaitan dengan sejarah dan kebudayaan Sulut,” ujar Gubernur Yulius.

Menurutnya, perhatian yang serius dari pemerintah pusat dan daerah sangat dibutuhkan agar aset budaya dapat dimanfaatkan secara optimal, baik dari sisi edukatif maupun ekonomi.

Sulawesi Utara dikenal memiliki kekayaan sejarah, tradisi, dan artefak yang unik. Mulai dari peninggalan masa kolonial, tradisi lokal, hingga benda-benda bersejarah yang tersimpan di museum-museum daerah. Gubernur Yulius menekankan bahwa pengelolaan warisan budaya ini harus dilakukan secara profesional agar mampu memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

“Kita tidak hanya ingin menyimpan artefak sebagai koleksi, tetapi juga menjadikannya sebagai sumber edukasi dan peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat,” kata Yulius.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai langkah strategis, termasuk peningkatan kapasitas SDM yang mengelola museum dan pusat kebudayaan. Revitalisasi ruang publik budaya juga menjadi sorotan, karena ruang-ruang ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pameran, tetapi juga sebagai pusat interaksi masyarakat dengan warisan budaya. Dengan revitalisasi yang tepat, ruang publik budaya di Sulut dapat menjadi destinasi edukatif sekaligus atraksi wisata yang menarik.

Kunjungan Menteri Fadli Zon ke Sulawesi Utara menjadi simbol perhatian pemerintah pusat terhadap potensi budaya di daerah. Salah satu agenda utama Menbud adalah mengunjungi Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara yang berada di Kecamatan Wenang, Kota Manado. Museum ini menyimpan berbagai artefak penting yang menceritakan sejarah dan budaya Sulut dari masa ke masa.

“Kunjungan ini diharapkan dapat mendorong sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengembangan budaya, termasuk dukungan anggaran, program edukasi, dan promosi wisata budaya,” ungkap Gubernur Yulius.

Selain itu, pembahasan juga mencakup penguatan kerjasama dengan akademisi, lembaga penelitian, dan komunitas budaya lokal. Hal ini penting agar pengelolaan warisan budaya tidak hanya terpusat di pemerintah, tetapi melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Dengan pendekatan yang inklusif, artefak dan tradisi Sulut dapat dijaga keberlanjutannya sekaligus dimanfaatkan untuk pendidikan dan pariwisata.

Gubernur Yulius menambahkan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat identitas budaya Sulawesi Utara di tingkat nasional maupun internasional. Dengan dukungan pemerintah pusat, diharapkan museum dan pusat kebudayaan lainnya dapat meningkatkan kapasitasnya dalam menyelenggarakan pameran, penelitian, serta program edukatif bagi generasi muda. Hal ini juga akan membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Kunjungan Menbud Fadli Zon sekaligus menjadi ajang promosi warisan budaya Sulut agar lebih dikenal luas. Menteri Fadli Zon sendiri menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan museum dan pusat kebudayaan agar lebih menarik bagi pengunjung, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk menyajikan informasi sejarah secara interaktif.

Dengan adanya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, penguatan warisan budaya Sulut diharapkan tidak hanya menjadi proyek dokumentasi, tetapi juga sebagai motor penggerak edukasi, kreativitas, dan ekonomi lokal. Keseriusan pemerintah dalam hal ini menjadi tanda bahwa budaya dan sejarah daerah memiliki nilai strategis yang layak mendapat perhatian lebih.

Secara keseluruhan, pertemuan ini menegaskan komitmen kedua pihak dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya Sulawesi Utara. Dari revitalisasi ruang publik budaya hingga peningkatan kapasitas museum, langkah-langkah konkret ini diharapkan mampu menjadikan Sulut sebagai salah satu provinsi yang unggul dalam pengelolaan budaya di Indonesia, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sejarah dan identitas budaya mereka sendiri.

Author: admin